Perumda Air Minum Tirta Saiyo Pasaman Terapkan Tradisi Baru: Setelah Apel, Pegawai Wajib Saling Memaafkan

Lubuk Sikaping,27 Oktober 2025 - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman baru-baru ini meluncurkan sebuah tradisi baru yang unik dan positif, yaitu kegiatan salam dan saling memaafkan antar pegawai yang dilakukan segera setelah pelaksanaan apel pagi.

Kebijakan ini merupakan inisiatif yang bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi, menjaga kekompakan, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan bebas dari potensi konflik atau kesalahpahaman. Dengan adanya tradisi ini, setiap pegawai diharapkan dapat memulai hari kerja dengan hati yang bersih, semangat baru, dan fokus penuh pada peningkatan pelayanan publik.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Saiyo, Deddy Eka Putra, S.E menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembentukan karakter pegawai yang berintegritas.

"Kami menyadari bahwa kekompakan tim adalah kunci utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Dengan saling bertegur sapa, bersalam-salaman, dan memaafkan segala khilaf sebelum bekerja, energi negatif dapat dihilangkan. Ini adalah langkah kecil namun berdampak besar untuk memastikan setiap pegawai bekerja dalam suasana persaudaraan dan profesionalisme," ujarnya.

Setiap pagi senin, setelah apel selesai, para pegawai berbaris dan secara bergiliran bersalaman dengan rekan kerja mereka, sembari mengucapkan permohonan maaf atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak, dalam interaksi kerja.

Tradisi baru ini disambut baik oleh para pegawai. Salah seorang staf, Adela Pratiwi, mengungkapkan, "Ini membuat suasana kerja terasa lebih ringan. Kami jadi lebih nyaman berinteraksi dan berkoordinasi karena tahu tidak ada ganjalan di hati. Semangat untuk melayani masyarakat Pasaman pun semakin meningkat."

Diharapkan, dengan diterapkannya tradisi saling memaafkan ini, Perumda Air Minum Tirta Saiyo Kabupaten Pasaman tidak hanya akan meningkatkan kualitas pasokan air bersih, tetapi juga menjadi contoh bagi instansi lain dalam membangun budaya kerja yang positif, kolaboratif, dan penuh kekeluargaan.