KOORDINATOR TRC PERUMDA TIRTA SAIYO INSTRUKSIKAN SIAGA PENUH DAN MOBILISASI TIM LAPANGAN

Lubuk Sikaping, - Menanggapi laporan Kepala Bagian Teknik, Agusta Suhendi, mengenai adanya "tekor air" di Reservoar Kapalo Banda yang berpotensi mengganggu layanan, Koordinator Team Reaksi Cepat (TRC), Yogi Syadria, ST.  segera mengeluarkan instruksi siaga penuh dan mobilisasi.

 

Instruksi ini disampaikan langsung setelah apel pagi, memastikan tim TRC langsung bergerak cepat di lapangan.

"Menindaklanjuti laporan Kabag Teknik terkait penurunan debit air di Kapalo Banda, seluruh tim TRC diinstruksikan Siaga Penuh 24 Jam," tegas Koordinator TRC, Yogi Syadria, S.T.

Fokus Utama Instruksi:

  1. Prioritas Penanganan Sumber Air: Seluruh tim TRC diperintahkan untuk segera turun ke lokasi sumber air Kapalo Banda untuk mengidentifikasi penyebab pasti tekornya reservoar dan melakukan upaya penanganan darurat guna memulihkan debit air.

  2. Manajemen Distribusi Cepat: Tim distribusi diminta melakukan pengaturan dan manajemen tekanan air secara ketat dan terukur. Hal ini bertujuan untuk memastikan pemerataan air ke wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak, serta mencegah kekosongan total di jalur layanan vital.

  3. Stanby Armada Tangki: Seluruh armada tangki air diinstruksikan untuk disiagakan dan siap bergerak kapan saja untuk melakukan dropping air darurat ke fasilitas publik penting, seperti rumah sakit atau sekolah, serta wilayah perumahan yang mengalami dampak paling parah.

Instruksi tegas dan cepat dari Koordinator TRC ini menunjukkan komitmen Perumda Air Minum Tirta Saiyo untuk mempertahankan standar pelayanan tinggi, khususnya dalam menanggapi situasi darurat teknis. Diharapkan, dengan koordinasi yang solid antara Kabag Teknik dan TRC, krisis air di Kapalo Banda dapat segera teratasi.